Konstruksi, Instalasi dan Renovasi Fume Hood (I)


Berikut ini adalah aturan dan prosedur yang harus diikuti untuk konstruksi, instalasi dan proses renovasi lemari asam. Petunjuk ini dibagi atas 9 kategori :
-  Desain Laboratorium
-  Ketersediaan udara
-  Sistem Variabel Volume Udara
-  Kontsruksi fume hood dan Instalasi
-  Ducting
-  Mesin Hisap (Exhaust Fan)
-  Exhaust Stack,
-  Plumbing
-  Elektrikal dan  Sash.

I. Desain Laboratorium

a. Laboratorium dengan lemari asam (fume hood) harus didesain tanpa resirkulasi udara ke dalam lab atau bagian ruangan lain dalam lab. Resirkulasi udara di dalam lab akan menimbulkan masalah kualitas udara.

b. Fume Hood harus ditempatkan di lokasi dimana orang yang akan meningglkan lab tidak akan melewati bagian depan lemari asam.

Potensi bahaya selalu terjadi saat bersentuhan dengan lemari asam. Banyak kebakaran lab dan ledakan berasal awalnya dari fume hood. Api atau ledakan di lemari asam yang dekat dengan akses jalan pengguna berpotensi membuat orang terjebak di dalam lab

c. Harus ada dua jalan keluar dari ruangan ketika lemari asam diinstall. Jika ini tidak bisa dilakukan, paling tidak lemari asam harus ditempatkan di posisi ruangan dengan jarak terjauh dari pintu. Setidaknya, laboratorium dengan luas lebih dari 18 meter persegi membutuhkan 2 pintu keluar. Sehingga ketika terjadi ledakan dan atau kebakaran, para pekerja bisa meninggalkan lemari asam tanpa harus melewatinya.


d. Fume hood tidak boleh ditempatkan berhadapan langsung dengan mesin/fasilitas kerja lainnya.

e. Jendela di ruangan lab yang berisi lemari asam harus ditutup (fixed Closed).
Hembusan angin yang melewati sela-sela jendela yang terbuka dapat mengacaukan fungsi udara lemari asam. Turbulensi udara karena angin masuk juga membawa udara yang terkontaminasi yang di dalam fume hood akan masuk kembali ke dalam ruangan laboratorium. Biasanya kecepatan hisap udara dari lemari asam hanya 1,6 km/jam.


II. Ketersediaan Udara

a. Sebelum fume hood baru beroperasi, udara yang cukup harus masuk ke dalam ruangan lab. Proses ini disebut make-up air. Untuk alasan ini, dibutuhkan peralatan tambahan untuk menjaga keseimbangan  udara di dalam ruangan.

b. Udara yang masuk dan keluar dari ruangan lab idealnya punya tekanan relatif -10%. Keseimbangan udara yang dimaksud adalah udara masuk dari pintu (bukan keluar dari pintu). Tekanan negatid akan mencegah udara berbahaya dari lemari asam masuk ke dalam ruangan.

c.Kipas angin penyedia udara (make-up air) harus dipastikan tidak mempengaruhi fungsi udara dari lemari asam. Kesalahan arah dan besar udara yang masuk bisa membuat turbulensi yang menyebabkan udara dari fume hood masuk ke dalam ruangan.

d. Penyuplai udara didesain dengan kecepatan udara 0,25 m/s dengan  posisi 1,8 meter dari lantai.  Kecepatan yang terlalu besar akan membuat pusaran angin yang besar, mengacaukan semua  peralatan, dan membuat para personil lab tidak nyaman.

e. Saat Fume Hood dalam kondisi tidak beroperasi, keseimbangan tekanan udara harus dijaga.  Kemungkinan lab bisa mengalami tekanan udara positif. Lab harus dijaga dalam kondisi tekanan udara negatif, sehingga udara segar tetap masuk.

f. Penyuplai udara ke dalam ruangan harus berlokasi minimal 15 meter dari titik keluar pipa lemari asam. Penyuplai udara tidak boleh dekat dengan lokasi yang menghasilkan emisi udara yang berbahaya.



Note :
- Tekanan udara positif : Jika ruang lab adalah sebuah kotak, maka tekanan dalam kotak tersebut lebih besar, sehingga udara di luar kotak tidak bisa masuk ke dalam.

-Tekanan udara negati : kebalikan dari tekanan udara positif, tekanan dalam kotak lebih kecil, sehingga udara akan mendesak masuk ke dalam kotak

                                           -bersambung ke bagian II