Konstruksi, Instalasi dan Renovasi Fume Hood (II)


Melanjutkan artikel sebelumnya tentang  Konstruksi, Instalasi dan Renovasi Fume Hood (I)

III. Sistem Variabel Volume Udara

A. Merupakan pengaturan volume di dalam ruangan laboratorium. Pengaturan yang efektif    dan intensif berarti banyak energi yang bisa dihemat. Pengaturan volume udara    berarti meminimalisir pengoperasian blower.

B. Pengaturan volume udara di dalam ruangan berarti membutuhkan sensor yang bisa mendeteksi kecepatan blower di dalam ruangan, dan sistem yang menghitung selisih antara udara yang masuk dan yang dihembuskan sesuai batas yang diinginkan yakni : menghasilkan tekanan udara positif.

C. Sebagai tambahan sistem bisa juga ditambahkan detektor gas yang mempunyai kemampuan menganalisa gas di dalam ruangan (gas analyzer). Pikirkan baik baik budget dan kebutuhan anda.


IV. Konstruksi Fume Hood

a. Kecepatan udara di dalam fume hood harusnya rata rata 5-6 m/s (Ketika Jendela Sash dibuka dengan). Dibutuhkan kipas hisap udara yang cukup besar. Untuk menghemat anggaran, perhatikan kembali ukuran ruangan anda dan ukuran fume hood anda.

b. Kecepatan udara hanyalah salah satu faktor. Kadang dibutuhkan kecepatan melebihi rata-rata di poin sebelumnya, karena faktor : temperature,jenis bahan kimia yang digunakan, ukuran fume hood, dan metode reaksi.

c. Penyimpanan bahan kimia yang berbahaya dan membutuhkan ventilasi, bisa juga dikoneksikan dengan saluran udara keluar fume hood, dengan catatan bahwa pengaturan tersebut harus diawasi dan diperhitungkan secara matang.

d. Permukaan material bagian dalam fume hood harus tahan karat, tidak berpori, tidak mempunyai lubang kecil, dan bukan bahan yang mudah terbakar. Contoh bahan seperti ini adalah stainless steel, composite HPL, dan bahan polymer.

d. Penggunaan bahan plastik atau fiberglass tidak dibolehkan. Meski bahan ini cukup tahan reaksi asam, dan beberapa bahan plastik bukan bahan yang mudah terbakar, tapi ketika api muncul maka bahan bahan ini biasanya mudah terbakar dan "MENGHASILKAN ASAP BERBAHAYA"

e.Tingkat kebisingan tidak lebih 65 dB
f. Blower disarankan terkoneksi dengan sumber listrik cadangan. Jika terjadi pemadaman listrik, blower bisa tetap bekerja menyerap udara beracun akibat hasil proses.

Bersambung-