Konstruksi, Instalasi dan Renovasi Fume Hood (III)



Sebelumnya :

Konstruksi, Instalasi dan Renovasi Fume Hood (II)

Konstruksi, Instalasi dan Renovasi Fume Hood (I)


V.  Ducting (Saluran Udara)

a. Sangat tidak disarankan membuat satu saluran udara dari beberapa peralatan lemari asam. Terutama jika tidak bisa dipastikan tekananan udara dari antar ruangan, berakibat udara tercemar malh berbalik ke dalam ruangan laboratorium. Saat dalam kondisi darurat untuk perbaikan, bisa berakibat semua sistem harus dimatikan.
b. Ducting fume hood harus memenuhi ketentuan keselamatan terutama dari bahaya api
c. Bahan saluran udara harus tahan asam seperti bahan PVC, PP, atau stainless steel SUS 316

VI. Exhaust Fan
a. Orientasi udara yang akan dikeluarkan (exhaust) harus langsung menuju ke atas, bukan mendatar atau pun melewati jalur memutar.
b. Posisi exhaust fan harus berada di titik akhir keluar peralatan lemari asam.
c. Fan harus berbahan yang tahan terhadap kontaminasi asam yang disedot dan dikeluarkan. Jika yang akan dikeluarkn termasuk gas mudah terbakar, makan impeler benar-benar dipastikan tak menghasilkan percikan api.

VII. Plumbing ( Saluran air)
a. Semua peralatan plumbing harus mempunyai katup yang mengatur keluar air di body fume hood
b. Meski pengontrolan katup dilakukan dengan sistem remote kontrol, tetap harus disediakan pengaturan secara manual pada body fume hood


VIII. Listrik
a. Outlet listrik harus ada di bagian terluar fume hood
b. Kabel dipastikan tidak bersentuhan langsung dengan gas bahan reaksi
c. Penerangan menggunakan lampu TL karena panas yang dihasilkan kecil sehingga kondisi area kerja di fume hood tetap aman

IX.  Jendela Sash
a. Jendela berada di depan, mudah terjangkau untuk menutup dan membuka
b. Jendela Sash harus dipastikan menutup rapat saat posisi menutup
c. Metode jendela boleh vertikal, horizontal atau kombinasi