Furniture Laboratorium Fisika


Laboratorium Fisika merupakan tempat dilakukannya percobaan dan penelitian fisika. Untuk menunjang keberhasilan penelitian / percobaan harus tersedia peralatan penunjang. Salah satu peralatan penunjang adalah furniture laboratorium fisika.

 Standar Laboratorium Fisika di Sekolah Menengah Atas (SMA)
Untuk standar laboratorium Fisika di Sekolah Menengah Atas diatur dalam Permendiknas No 40 Tahun 2008 tentang Standar Sarana Prasarana untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), yakni:
(1)   Ruang laboratorium fisika dapat menampung minimum satu rombongan belajar.
(2)   Rasio minimum ruang laboratorium fisika 2,4 m2/peserta didik
        Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 20 orang, luas minimum ruang laboratorium         48 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 18 m2.
        Lebar ruang laboratorium fisika  minimum 5 m.
(3)   Ruang laboratorium fisika memiliki fasilitas yang memungkinkan pencahayaan memadai untuk
        membaca buku dan mengamati obyek percobaan.
(4)   Ruang laboratorium fisika dilengkapi sarana yang lengkap sesuai  percobaan

Ruangan laboratorium fisika dibagi menjadi beberapa ruangan yaitu;
- Ruang persiapan
- Ruang penyimpanan
- Ruang gelap
- Ruang timbang
- Ruang praktikum

Dalam Fitriyana (2011), ada dua desain laboratorium fisika yaitu :

a) Desain Laboratorium Fisika Tipe Klasikal
 b) Desain Laboratoriun Fisika Tipe Kelompok



Sesuai dengan desain umum laboratorium fisika, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
- Instalasi Listrik
- Instalasi Air
- Instalasi Gas
- Manajemen Limbah
- dan Furniture Laboratorium

Khusus untuk Furniture laboratorium fisika, yakni  meja laboratorium praktikum , meja meja laboratorium demonstrasi, meja persiapan dan meja tulis.
1.  Meja Laboratorium Praktikum
·    Untuk siswa melakukan praktikum atau kegiatan pembelajaran di laboratorium.
·    Satu meja untuktuk satu percobaan dan satu percobaan dapat dilakukan oleh dua sampai 4 orang siswa.
·    Ukuran meja praktikum kira-kira dua kali meja belajar di kelas dengan atau misalnya tinggi 75 cm,
      lebar 70 cm dan panjang 120 cm.
·     Dilengkapi dengan instalasi listrik.
·     Sebaiknya satu meja dipasang terpisah (jangan berimpit) dengan meja yang lainnya.

2  Meja Laboratorium Demonstrasi
 Untuk guru melakukan demonstrasi atau kegiatan pembelajaran di laboratorium.
Dipasang di bagian depan ruang praktikum di depan papan tulis.
Ukuran panjangnya kira-kira dua kali meja praktikum dengan lebar dan tinggi yang sama
 atau bisa juga tinggi 75 cm, lebar 80 cm dan panjang 200 cm.
Dilengkapi dengan instalasi listrik berupa stop kontak.
Di samping meja demonstrasi dapat dipasang bak cuci.

3.  Meja persiapan
Dipasang di ruang persiapan.
Ukurannya kira-kira sama dengan meja demonstrasi.
Dilengkapi dengan instalasi listrik berupa stop kontak.
4  Meja tulis

Kursi
Kursi di laboratorium dibedakan atas kursi biasa untuk guru dan kursi praktikum untuk siswa melakukan percobaan atau mengikuti pembelajaran di laboratorium.
·     Kursi praktikum biasanya dibuat tanpa sandaran punggung dan tangan.
·     Kursi praktikum umumnya dibuat dari rangka besi tingginya sekita 50 cm dan tempat duduknya terbuat dari kayu berbentuk dengan diameter sekitar 25 cm.
·
Lemari
Lemari di laboratorium terutama dapat dibedakan atas lemari alat, lemari buku, dan lemari administrasi.

1  Lemari alat
Dibuat dan disediakan khusus untuk menyimpan alat-alat laboratorium.
Lemari alat di laboratorioum dibedakan atas lemari tinggi yang disimpan di ruang penyimpanan, dan lemari pendek yang terdapat di bagian pinggir ruang praktikum.
 Lemari pendek yang terdapat di bagian pinggir ruang praktikum, juga dapat digunakan sebagai meja praktikum, misalnya untuk percobaan yang menggunakan instalasi gas..
Semua lemari laboratorium, terutama lemari alat-alat harus terbuat dari bahan yang kuat untuk menahan beban yang cukup berat, sebaiknya tidak dari partikel blok atau tripleks dan multiplek yang terlalu tipis.
Agar tidak menyita tempat yang lebar, pintu lemari alat-alat biasanya berupa pintu geser.
Bagian depan lemari alat di ruang penyimpanan sebaiknya terbuat dari kaca, agar mudah dilihat alat apa yang terdapat di dalamnya.
 Pintu lemari alat-alat harus dilengkapi dengan kunci yang menjamin keamaan alat-alat di dalamnya.
Alas tahapan lemari alat sebaiknya dapat dibongkar-pasang untuk memudahkan penyimpanan alat-alat yang lebih tinggi dari tinggi tahap yang tersedia.

a.  Lemari administrasi
 Lemari administrasi adalah lemari yang digunakan untuk menyimpan segala format
administrasi laboratorium.
Lemari ini dapat dibuat dari kayu atau plat logam, dengan ukuran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan tempat.
umlah lemari administrasi jangan terlalu banyak dibandingkan dengan jumlah lemari alat.
Lemari ini disimpan di ruang guru, dan diberi kunci.

b  Lemari buku
Digunakan untuk menyimpan berbagai buku    kepustakaan laboratorium.
Lemari ini sebaiknya berninding kaca, dan tidak dikunci, agar setiap pengguna laboratorium dapat menggunakan buku yang disimpan di dalmnya.
Lemari ini dapat disimpan di ruang guru.

 c. Rak
Rak adalah lemari tanpa dinding, yang digunakan untuk menyimpan alat-alat.
Alat-alat yang disimpan dalam rak ini biasanya adalah alat-alat yang memiliki kotak khusus, atau alat-alat yang tidak terlalu memerlukan perlindungan dari cuaca dan debu.
Rak dapat disimpan di ruang penyimpanan alat, di ruang persiapan, dan di ruang guru

d.  Loker
·Loker siswa adalah lemari yang disediakan di laboratorium khusus untuk menyimpan buku dan tas siswa di dalam laboratorium.
Loker ditempatkan dibagian pinggir depan atau belakang ruang praktikum.
Loker di laboratorium biasanya dibuat hanya berupa kotak-kota dari sekat-sekat dan tahap-tahap tanpa pintu.
 Loker dapat dibuat dari bahan kayu dengan ukuran yang ideal untuk siswa.
Sebaiknya disediakan satu kotak untuk tiap satu siswa.


Jika anda membutuhkan desain furnitur laboratorium lainnya seperti meja laboratorium, kabinet laboratorium, silahkan kontak kami.